Empat mahasiswa Teknik Industri Universitas Pelita Harapan
(UPH) bercerita tentang jurusannya. Mereka baru saja memenangkan pertandingan
bergengsi tingkat nasional yaitu Lomba Keilmuan Teknik Industri (LKTI) unggul
diperingkat ketiga, sedikit saja di bawah seniornya Universitas Indonesia (UI)
dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Berikut hasil wawancaranya:
Apa itu Jurusan teknik industri?
Jurusan teknik industri itu sebenarnya belajar mengenai
banyak hal. Kita tidak hanya belajar mengenai sains, namun juga sosial.
Cakupannya luas, bahkan banyak juga pelajaran jurusan lain yang kami pelajari
meskipun tidak sedetail jika dipelajari di jurusan khusus. Intinya, jurusan ini
mengajarkan bagaimana kita bisa membuat segala sesuatu menjadi lebih efisien,
baik dari segi sistem, biaya, waktu, dll, sehingga pada akhirnya bisa memberi
keuntungan lebih dan menekan biaya yang dibutuhkan. Hal yang kami pelajari di
teknik industri juga adalah pola pikir dan cara kami menyelesaikan masalah (problem
solving skill) dan juga kemampuan analisa. Teknik industri bukanlah mengenai
teori-teori saja, tapi juga mengenai cara berpikir dan menganalisa dan
memecahkan masalah. Hal ini dapat kami pelajari karena pelajaran-pelajaran di
teknik industri sangat realistis dan dapat diterapkan di berbagai bidang.
Apa aja yang dipelajari di jurusan ini?
Yang dipelajari di jurusan ini sangat bervariasi dan juga
sangat luas. Kami belajar banyak hal dimulai dari hal-hal teknis hingga hal-hal
manajerial, sehingga kami dapat memiliki kemampuan untuk melihat sebuah
persoalan dari perspektif yang lebih luas, yaitu dari beberapa sisi dan juga
dapat melihat suatu persoalan secara lebih komprehensif dibandingkan dengan
jurusan-jurusan lainnya. Pelajaran-pelajaran yang kami pelajari juga
bervariasi, ada yang hitungan, logika, konsep, pengertian, hafalan, dan
lainnya.
Apa skill yang lebih diutamakan untuk jurusan ini?
Karena jurusan teknik industri ini mencakup banyak sekali
hal, maka tidak dapat disebutkan secara spesifik skill yang paling diutamakan
di jurusan ini karena sebenarnya kami justru menggabungkan semua skill yang ada
dalam jurusan teknik industri ini. Namun demikian, mungkin ada 1 skill yang
hampir digunakan dalam semua mata kuliah teknik industri, yakni skill berpikir secara
logis dan analitis untuk dapat memecahkan sebuah masalah (problem solving).
Apabila kita mempunyai skill tersebut, maka semua pelajaran teknik industri
tidak akan menjadi hal yang sulit.
Ok, jadi jurusan
teknik industri tidak hanya bisa dipilih oleh anak-anak IPA ya, tapi IPS juga
bisa.
Setelah lulus nanti, bidang pekerjaan apa saja yang potensial dari
jurusan teknik industri?
Bidang pekerjaan yang potensial dari jurusan teknik industri
sangatlah luas. Pekerjaan-pekerjaan potensial teknik industri bervariasi dari
bidang manufaktur, manajerial, keuangan, konsultasi, entrepreneur, dan
lain-lain. Alumni-alumni Teknik Industri UPH sendiri juga banyak yang bekerja
di perbankan, perusahaan konsultan, perusahaan perminyakan, dan lainnya.
Apa yang menurut kalian paling berat kuliah di jurusan ini?
Sebenarnya untuk pertanyaan yang satu ini kembali ke mahasiswa masing-masing. Ada mahasiswa yang mungkin merasa pelajaran
yang berbau logika membuat mereka lebih tertarik ketimbang pelajaran yang
banyak hafalan dan konsepnya, dan ada juga yang sebaliknya. Kalau untuk kami,
yang paling berat mata kuliah yang mewajibkan kami membuat banyak sekali
laporan, paper, pengamatan dan lain sebagainya sepertiEntrepreneurship dan
Enterprise Resource Planning.
Jadi gimana supaya tetap enjoy selama kuliah?
Secara spesifik, karena kami berkuliah di teknik industri
UPH, menurut kami hal yang paling membuat kami enjoy berada di jurusan ini
adalah teman-temannya yang seru dan kompak. Keberadaan teman-teman inilah yang
membuat kami semakin semangat untuk belajar karena mereka bisa membuat kami
lupa sejenak akan pelajaran-pelajaran di yang terkadang sangat sulit. Selain
itu, hal yang membuat kami enjoy di teknik industri UPH juga karena
pelajarannya sangat realistis dan kami bisa menggunakannya hampir dalam segala
bidang yang kami tekuni. Tidak hanya kami belajar mengenai teori, namun juga
teori tersebut mengasah logika kami dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar